Banyuwangi Pintar via Content Marketing

by : Vaksiandra Nuryadi


Posted on January 11, 2017 17:00 PM
Bagikan melalui :


Banyuwangi secara geografis sebenarnya tak menguntungkan. Berada di ujung timur pulau Jawa, jauh dari pusat pemerintahan provinsi dan hanya jadi kota persinggahan turis (terutama domestik) yang menuju pulau dewata via darat. Dulu, wisatawan tak sampai mengeksplorasi kota berjuluk “Sunrise of Java” ini, bahkan untuk tinggal sejenak pun tidak. Mereka keburu antre di pelabuhan penyeberangan Ketapang agar lekas terangkut feri melintas selat Jawa, dan sekilatnya sampai di Gilimanuk.

Padahal, kalau Anda punya tempo sekitar satu atau dua hari saja, masih bisa menjelajah tanah savana yang satu-satunya di pulau Jawa bertempat di Taman Nasional Baluran. Dari Situbondo menuju Bajulmati, gerbang taman bermukim banteng jawa (Bos javanicus) itu terlihat jelas di kiri setelah melewati liukan jalan membelah hutan jati.

Nasib lalu diubah oleh pemerintahan era bupati Abdullah Azwar Anas. Tahun 2010, Banyuwangi ia coba ubah dari sekadar sebagai kawasan lintas menjadi pusat persinggahan. Dalam hal ini, ia melakukan dua pendekatan; pertama memperbaiki fasilitas yang layak disinggahi, kedua melakukan proses pemasaran.

Dua pendekatan ini hanya dapat dijalankan bila Banyuwangi memiliki infrastruktur andal dengan mengoptimalkan betul aspek digital. Maka bupati 43 tahun ini menggandeng PT Telkom untuk menyediakan jaringan khususnya nirkabel sebagai backbone dari seluruh proses digital yang akan ia garap.

Kantor pemerintahan yang terkesan senjang, tertutup dan birokratif, ia kreasi agar seolah punya citra baru; dekat, terbuka dan sederhana. Pak bupati yang pernah jadi anggota MPR termuda itu seolah ingin mengubah pesona aparat dan sistem melalui e-government.

Hakikatnya sebuah kota pintar, Banyuwangi melakukan pembenahan sektor yang paling inti yaitu pemerintahan. “Rumah” baru berisi aset digital disimpan dan ditayangkan lewat alamat http://www.banyuwangikab.go.id/ Di sini aset informasi “dalaman” pemerintah beserta aparatnya bisa dijelajahi.

Ibarat rumah besar berisi kamar atau ruang yang menyimpan segala ragam aset. Umpamanya transparasi anggaran dan penggunaan, agenda perencanaan, lalu konten-konten yang rinci dan terang tentang proses mengurus data diri penduduk, perizinan segala hal, sampai tarif retribusi kendaraan. Malah formulirnya dapat diunduh dan dikirim via email, tanpa perlu Anda datang ke loket.

Alhasil situs kabupaten Banyuwangi melejit di ranking 2.348 (versi Similarweb) dengan data engagement sebagai berikut; total visit yang terus menanjak, tercatat lebih dari 166 ribu kunjungan, setiap kunjungan memasuki rata-rata 6,45 halaman web, dan pengunjung situs menghabiskan waktu sekitar 8 menit 32 detik berkelana di web, sementara level bouncing-nya hanya 35 persen.

Sebagai web resmi, situs ini termasuk cukup berhasil. Lihat saja persentase orang yang mengakses secara langsung menembus 46,7 persen, sebuah indikasi bagus di mana sesungguhnya audience tidak perlu digiring lewat media sosial untuk memasuki pelataran web.

 

Sumber Foto: Facebook 

Kanal media sosial nimbrung menebar dan menjaring para netizen agar paham “wanginya” Banyuwangi. Fokus via Facebook, dan mesin LikeAlyzer.com memberi rapor tak mengecewakan. Ketika angka rata-rata untuk Facebook pemerintahan di angka 60, @KabupatenBanyuwangi meraup angka 81. Sekadar catatan, semakin tinggi dan di atas angka rata-rata kian bagus. Lantas, PTAT (people talking about this) alias minat orang untuk membicarakan dan share mencapai 4.478, analisa LikeAlyzer.com mengatakan, “That’s great!”. Apalagi lengkap dengan engagement rate yang merupakan hitungan dengan jumlah Likes mencapai 25,81 persen. Lagi-lagi, mesin analisis Facebook ini bilang, “Really Good”. Ini tentu datang tidak sekadar karena nama Banyuwangi semata, melainkan juga aktivitas intensif yang rata-rata memunculkan 2,42 postingan saban hari di saat yang tepat (up date biasanya dilakukan pada pukul 12.00 – 15.00 WIB).

Belakangan kawasan yang memiliki daya tarik wisata bertajuk Triangle Diamond (Ijen, Plengkung, Sukamade) ini menambah Twitter, Instagram, YouTube hingga membuat aplikasi berbasis mobile website yang telah tersedia di Play Store. Pemerintah punya operator media sosial yang menjadi garda depan penyampaian informasi, termasuk melakukan strategi branding Banyuwangi saban tahun.

Sumber Foto: E-book Kuliner Banyuwangi

Lantas bentuk content marketing apa saja yang disajikan?

  • News Up Date, terutama aktivitas sang bupati, kegiatan kepemerintahan hingga partisipasi publik pada berbagai fasilitas pemerintah.
  • Pembuatan e-book khususnya berkaitan dengan sektor pariwisata yang dapat diunduh secara cuma-cuma.
  • Informasi destinasi wisata, budaya, kuliner Banyuwangi.
  • Kurasi berita yang relevan dengan isu atau tren yang tengah beredar di masyarakat.
  • Penyampaian informasi dari pemerintah kepada warga. (*)