Google Mobile First Index, Cara Pahami Pola Berinternet di Ponsel

by : Vaksiandra Nuryadi


Posted on March 09, 2017 17:00 PM
Bagikan melalui :


Hari ini, rumus algoritma yang berlaku pada perangkat desktop tampaknya sudah jamak. Kendati masih tumbuh namun sudah tak lagi membuat terobosan berarti kecuali penyempurnaan akses. Situasi berbeda justru tengah meledak-ledak di perangkat mobile. Fakta-fakta baru bermunculan, memicu banyak pihak lalu menseriusi benar pola penggunaan internet melalui smartphone atau gadget mobile konsumen.

Keseriusan ini tak lepas dari tingginya penggunaan internet berbasis mobile. Lahirnya generasi milenial yang interaksi dengan ponsel jauh lebih tinggi ketimbang media lainnya menunjukkan akses web lewat perangkat bergerak ini kadang melebihi akses via desktop. Anda bisa membuktikan perbandingan akses web Anda menggunakan mesin analitik seperti Similar Web atau Alexa.   

Smart Insight mengetengahkan data menarik tahun silam. Data-data yang disajikan seluruhnya merujuk pada tumbuhnya pemakaian internet lewat perangkat bergerak.  Di antaranya, 80 persen pengakses internet memiliki smartphone. Lantas, pemakaian search engine sendiri digunakan oleh 48 persen dari mereka. Ini baru temuan angka hari ini yang diprediksikan akan terus melonjak akibat kualitas  jaringan yang kian cepat, hadirnya alternatif beberapa mesin pencari hingga keingin-tahuan pengguna pada bermacam informasi.

Google sadar benar, mesin pencari mereka masih berbasis pada desktop. Kendati digunakan di perangkat mobile, sesungguhnya sama saja dengan ketika Anda pakai di laptop. Mesin Google melakukan peringkatan berdasarkan isi halaman yang relevan dengan pengguna. Masalah akan muncul jika halaman versi mobile kekurangan konten dibandingkan dengan halaman versi desktop. Sebab, mesin Google sejauh ini tak bisa mengevaluasi halaman sebenarnya yang diakses oleh pengguna mobile.

Google bergerak cepat. Berbagai eksperimen dilakukan. Hasilnya muncul mesin yang didedikasikan khusus untuk melakukan indexing di perangkat mobile. Adalah Google Mobile First Index. Prinsipnya sebenarnya tak ubahnya search engine pada desktop, hanya saja kali ini Google membuatnya mengikuti algoritma versi mobile.

Meskipun model pencarian ini mengikuti mobile search, namun bukan berarti jika Anda hanya punya mobile web maka tak bisa terlacak. Google tetap akan menarik dari versi desktop. Kendati hasilnya tak seoptimal jika punya mobile web.

Sementara jika Anda sudah punya situs versi mobile web, bukan berarti Anda cukup biarkan Mobile First Index melakukan proses indexing. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan konten dan link di situs mobile yang cukup mirip dengan versi desktop sehingga Google dapat mengkonsumsi konten yang tepat dan peringkat situs Anda.

 

Mengapa Perlu Mobile Index?

Web-web versi mobile umumnya tidak sebanyak dan selengkap versi desktop. Sehingga wajar jika kadang konten berisi keywords yang digunakan di desktop tak muncul di mobile. Mesin Google menganggap kurang data. Maka, penting bagi pengelola web sebuah perusahaan untuk melakukan aktivitas yang lebih responsif, seperti memastikan bahwa konten yang ada di web desktop persis dengan yang tampil di mobile.

Memang dampak yang paling terasa adalah bila sebuah perusahaan memiliki versi yang berbeda pada desktop dan mobile. Akibat konten yang minim lantaran versi mobile, sementara Google melihatnya sebagai web prioritas maka hasilnya sama minimnya. Jadi jangan heran jika index di mobile tak serupa dengan di desktop.

 

Lalu, Bagaimana Cara Agar Konten Mobile Terindex?

Jika Anda memiliki situs yang responsif di mana konten utama yang jadi “jualan” sama antara versi mobile dan desktop, maka Anda tak perlu melakukan apa pun. Sementara jika berbeda, mau tak mau Anda perlu membuat perubahan. Cara paling singkat adalah membuat kedua versi yang sama. Itu sebabnya sebaiknya konten yang Anda inject ke mobile sebaiknya sama dengan versi web. Karenanya penting untuk memperhatikan optimasi SEO pada versi mobile.


Sumber foto: Gadget Guy