5 Cara Gampang Lakukan Benchmarking Website Kompetitor

by : Sigit Wibisono


Posted on September 28, 2018 14:00 PM
Bagikan melalui :


Punya brand website yang muncul di halaman pertama di hasil pencarian Google pasti menyenangkan. Ya, tentu hal ini berkait dengan penggunaan keyword yang relevan dengan bisnis kita. Masalahnya, untuk mencapai hal itu caranya tidaklah mudah. Betulkah?

Para pakar yang mengaku ahli search engine optimization (SEO) punya banyak cara untuk itu. Dalam hubungannya dengan content marketing  salah satu cara gampang adalah melakukan benchmarking.

Benchmarking terhadap siapa? Yang pasti dengan web milik kompetitor.

Oke. Bagaimana caranya? Ada lima langkah awal yang bisa kita lakukan.


1.     Kumpulkan Keyword yang Relevan dengan Bisnis Anda

Mengapa harus mencari keyword sebelum melakukan benchmarking? Dari hasil riset Grid Story Factory pada awal tahun ini terungkap fakta: 73,6% audiens mengandalkan search engine ketika ingin mencari sebuah produk atau jasa. Mereka akan mengetik dengan kata yang relevan dengan produk atau jasa yang ingin dicari.

Berapa keyword yang harus dikumpulkan? Nah, tidak ada aturan baku. Tetapi sebagai langkah awal, lima saja sudah cukup.

Untuk mempermudah pekerjaan tersebut, kita bisa mengunakan Google Keyword Planner.  Atau kalau sudah punya, ya gunakan saja beberapa alat keyword research lain yang biasanya berbayar.


2.    
Jajal di Google

Setelah mengumpulkan keyword, coba di Google. Ketik keyword yang sudah Anda pilih tadi di mesin pencarian tersebut. Lihat hasilnya. Apakah website Anda muncul di halaman pertama? Bagaimana pula dengan web milik kompetitor?

Bandingkanlah. Jika posisi website brand Anda masih jauh dari dari website kompetitor, maka peluang website brand Anda dikunjungi oleh konsumen akan lebih kecil dibandingkan dengan website kompetitor.

Wah, berarti kita kalah satu langkah kalah dari kompetitor. Tetapi bersabarlah. Coba tes dengan keyword lain. Catat hasil di tiap-tiap keyword. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, terimalah kenyataan. Tetapi usaha kan tidak boleh berhenti sampai di sini.

 

3.     Buka Website Kompetitor

Langkah selanjutnya kunjungi website brand kompetitor Anda. Pertama-tama yang paling mudah, lihatlah tampilan visualnya, secara desain apakah sesuai dengan target marketnya?

Menurut pengalaman kami, sebuah website yang didesain sesuai dengan target audiens, akan membuat audiens merasa nyaman. Kalau tidak sesuai, ya pasti ogah-ogahan apalagi kalau yang dicari ternyata bukanlah hal yang penting-peting amat.  

Kedua, amati navigasi atau struktur website-nya. Sudah user friendly? Semakin user friendly, semakin memudahkan audiens untuk membaca dan menjelajahi konten.

Ketiga, cermati kontennya. Apakah sering di-update? Jika secara periodik di-update, itulah tanda bahwa website tersebut dikelola dengan baik. Kontinuitas dari update memberi peluang atas seberapa sering jadinya audiens berkunjung ke website tersebut.

Selidiki juga, apakah website tersebut hanya memajang produk atau servisnya saja? Konten apa lagi yang ada di dalamnya?

4.     Cek Performa

Tentukan metrik yang akan Anda ukur dan bandingkan. Metrik apa saja yang harus Anda amati? Hal ini sangat terkait dengan tujuan Anda melakukan benchmarking.

Misalkan, Anda ingin membandingkan kualitas konten, maka metrik yang harus Anda amati adalah time spend, page view dan bounce rate. Sedangkan jika Anda fokus bagaimana meningkatkan jumlah pengunjung website, maka selain growth traffic, Anda juga harus amati source of traffic-nya. Pelajari dari mana masing-masing website memperoleh sumber trafik.

Satu hal yang tidak boleh dilanggar dalam memeriksa performa adalah: jangan gunakan analytic tools yang berbeda. Wajarlah. Sebab setiap analytic tools punya metode dan cara yang tidak persis sama saat melakukan crawling data. Hasilnya pun berlainan.

Jika Anda menggunakan Google Analytic untuk mengukur website Anda, dan menggunakan Similiarweb untuk mengukur website kompetitor,  tentu tujuan benchmarking tidak tercapai. Habis, alat ukurnya berlainan sih.

5.     Lakukan Analisis

Setelah data terkumpul, lakukan analisis dengan cara melakukan komparasi semua data dari website Anda dan kompetitor.

Lakukan mapping. Mana yang menjadi kelemahan dan keunggulan website Anda dibandingkan kompetitor. Selanjutnya cari ruang improvement dan tambahkan ide-ide kreatif yang bisa Anda terapkan.  

Nah, itu lima langkah ringkas yang bisa Anda lakukan. Jangan lupa, lakukan benchmarking ini secara berkala. Kenapa? Karena kompetitor Anda pasti tidak tinggal diam saja. Semua brand pasti melakukan improvement.

Oh ya, ada satu hal lagi nih. Selain melakukan benchmarking, Anda sebaiknya harus punya konsep website yang jelas. Dengan begitu, Anda tidak akan terjebak hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh kompetitor.