5 Rahasia Brand Storytelling

by : Sukrisna Wiharja


Posted on October 13, 2016 16:55 PM
Bagikan melalui :


Konsep brand storytelling bukan barang baru. Ketika pertumbuhan media sosial luar biasa, peluang Anda meraih pasar lewat brand storytelling pun menjadi kian besar. Tak heran bila banyak brand besar menjadikan brand storytelling sebagai strategi utama.

Namanya juga cerita, membuat brand storytelling yang nanti bisa di-share di media sosial atau web perlu ketrampilan khusus. Perlu latihan untuk terampil membuat content marketing yang menarik dan dipercaya.

Ya, seperti membuat novel, tim content marketing juga harus memahami unsur-unsur-unsur dalam penulisan yang membuat audiens tertarik. Pun bila sudah tertarik, bagaimana caranya agar mereka betah dan bahkan penasaran, membuka lembar demi lembar halaman sampai menemukan ending cerita.

Berikut lima trik membuat content marketing yang menarik. Konten yang mampu menggerakkan konsumen ke tahap memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan.

1. Bicara Jujur

Jujur dan transparan adalah modal utama dalam mendatangkan kepercayaan. Jangan manipulatif. Cerita harus berakar dari realitas. Content marketing yang di-share di media sosial sangat terbuka untuk interaksi bahkan dikritisi. Ada ungkapan berkait masalah kejujuran: sebuah “kebusukan” walau dikemas dengan rapi, tetap akan mengeluarkan aroma tak sedap. Jadi, cegahlah, jangan sampai hal ini terjadi.

2. Cerita Bukan Iklan & Jualan

Content marketing tidak langsung menceritakan produknya.  Content marketing itu bukan iklan apalagi sarana untuk berjualan. Bila kita hanya menceritakan produk, pasti akan sulit membuat cerita yang memikat. Cerita di content marketing adalah persona dari sebuah produk. Jadi yang diceritakan adalah persona.

3. Ciptakan Karakter

Brand storytelling mewajibkan kita menciptakan tokoh atau karakter. Dengan begitu audiens mudah membayangkan dan lebih gampang berinteraksi. Karakter bukan berarti tokoh fiktif. Banyak brand memiliki duta atau ambassador. Anda juga bisa membuat testimoni dari konsumen. Pilihlah testimoni terbaik yang bisa membuat audiens tertarik dan menumbuhkan emosi.

4. Cerita Awal Hingga Akhir

Seperti novel, selalu ada alur cerita. Ada bagian awal, tengah, dan akhir. Di bagian pertama Anda harus membuka cerita dengan setting dan karakter yang kuat. Di bagian tengah harus ada "konflik" seru. Lalu di bagian akhir audiens menemukan sesuatu yang biasanya membahagiakan.

5. Cerita Unik

Agar brand Anda tertanam di pikiran audiens, bikin konsep cerita yang unik. Tulis cerita unik tersebut di media sosial. Cerita unik punya potensi menjadi viral.  Viral tercipta karena banyak audiens melakukan share. Sukses membangun sebuah brand dengan storytelling adalah ketika brand yang kita bangun selalu ada di sekitar konsumen. Dengan demikian, ketika mereka tengah memerlukan produk, brand kitalah yang berpeluang besar terpilih.