Berkah Piala Dunia: Making or Taking Siapkan Content Plan

by : Eddy Suhardy


Posted on July 11, 2018 11:00 AM
Bagikan melalui :


Apa highlight menarik dari Piala Dunia 2018? Salah satunya tentang Neymar Junior. Aneka meme tentang diving pesepakbola Brasil itu mendadak viral usai laga Tim Samba versus Meksiko pada pertandingan Senin 2 Juli. Dan eh, ada brand yang menangguk berkah dari kejadian ini.

Neymar jatuh selepas mendapat ganjalan yang tak begitu keras dari seorang pemain Meksiko. Ia lalu mengerang dan berguling-guling. Bukan hanya dua-tiga gulingan, tapi berkali-kali.  Aksi yang disebut-sebut sebagai para fans sepakbola sebagai sesuatu yang sangat lebay dan memalukan itu kemudian diolah oleh para netizen menjadi gambar meme dalam beberapa jam kemudian. Lalu, menyusul video editing yang kian memper-lebay. Gulingan Neymar berlangsung hingga ke gunung es dan bahkan terbang ke angkasa.

Konten yang memperlihatkan adegan yang hampir mirip dengan meme Neymar ternyata sudah di-published oleh  jaringan waralaba Kentucky Fried Chicked (KFC) Afrika Selatan 15 Juni 2018 di akun You Tube.  Seorang pemain sepakbola di-tackle dan berguling-guling. Ia mengabaikan petugas medis yang sudah siap dengan tandu, terus menggelinding keluar dari pintu stadion, ke jalan raya hingga berakhir di resto KFC yang menawarkan paket harga khusus.  

Netizen segera bereaksi, memviralkan. Mereka membandingkan adegan dalam video KFC Afsel itu dengan adegan guling-guling ala Neymar.  Semua dalam tajuk yang hampir serupa: “Inilah sumber inspirasi Neymar saat terjatuh dan berguling-guling”.



Video iklan milik KFC Afsel sontak ikut viral. Bahkan media mainstream dari berbagai belahan dunia ikut mengamplifikasi video iklan kocak itu. Walhasil, commercial video dengan deskripsi: “Why make a meal of it for a free kick when you can make a meal of it with a Streetwise 2 for R29.90!” itu mencatat angka 1,8 juta viewers dalam tiga minggu tayang.  Padahal biasanya per video, angka yang diraih antara 200-700 ribu. Imbas lain, video KFC lain berjudul “KFC Double Colonel” ikut terangkat hingga mencatat raihan 1,1 juta kali dipirsa dalam kurun waktu yang sama.

Tentu KFC Afsel tidak mengira bahwa awarness dari video yang dibuatnya akan melesat sedemikian hebat ke seluruh dunia.  Video iklan yang disutradarai Karien Cherry yang aslinya berjudul “Keep Rolling” itu sejatinya dibuat dengan mempertimbangkan bahwa demam bola Piala Dunia bisa dimanfaatkan dan menjadi dasar atas gagasan pembuatan cerita untuk video yang akan dibuat.

Bahwa event seperti Piala Dunia selalu menarik perhatian banyak orang, tentu kita sama-sama tahu. Tetapi bagaimana memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan marketing sebuah produk,  tidak semua marketer jeli menerjemahkannya dalam strategi kontennya.  McDonald boleh jadi sudah menjadi sponsor sejak Piala Dunia 1994, tapi publikasi yang begitu viral justru berhasil diraih KFC di sebuah negara nun di selatan Afrika.

Dalam dunia jurnalistik ada dua terminologi yang biasa dipakai. Ada making news, ada taking news. Ada konten yang bisa direncanakan dan dibuat (making), ada juga berita yang “jatuh dari langit”, tak terduga.

Pembuatan cerita atas peristiwa seperti Piala Dunia, Asian Games, Thomas Cup atau Lebaran, maupun Hari Ibu,  sudah bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Jadwalnya boleh dibilang sudah hampir pasti. Para marketer bahkan bisa menyiapkan sejak sekarang berbagai peristiwa yang akan terjadi setahun ke depan.  Bahkan dengan pemanfaatan tools Google Trends, kita bisa melihat aneka event seperti apa yang biasanya menjadi trending topics berdasarkan data historikal tahun-tahun sebelumnya.  Kita bisa memasukkan sekian banyak topik dalam content plan.

Pekerjaan besar selanjutnya, setelah menentukan topik yang dipilih, adalah soal gagasan kreatif atas konten yang akan dibuat. Apakah dalam kemasan menghibur seperti “Keep Rolling”?  Atau dalam drama yang menyentuh insting kemanusiaan, seperti yang sering dipakai dalam video komersial buatan Thailand?

Lalu apakah mungkin membuat konten berdasarkan peristiwa yang tidak disangka-sangka dan pasti tidak masuk dalam content plan kita?  Ya mungkin saja.

Masalahnya hanya waktu. Semakin cepat semakin baik. Selang beberapa jam sebuah konten meluncur setelah sebuah peristiwa, maka semakin besar keberhasilan konten itu diperhatikan orang. Konten itu lebih berdayaguna ketimbang bila konten itu misalnya baru nongol sebulan kemudian.  Lagi-lagi dalam dunia jurnalistik berlaku terminologi: nilai aktualitas. Live report, real time lebih menarik ketimbang taping dengan delay yang lama.

Tentu susah memproduksi konten yang dibuat berdasarkan respons atas sebuah peristiwa.  Tapi pada 2014 sebuah brand handphone dalam beberapa jam saja pernah membuat meme yang segera menjadi viral. Isinya setengah mengejek teknologi produk iPhone 6 yang baru launch.  Bahkan kemudian brand tersebut membuat video komersial yang membanding-bandingkan bahwa teknologi iPhone semua sudah tersedia di brand miliknya.

Tentu moral cerita dari tulisan ini bukanlah soal etika dari dua perusahaan yang sering saling menjatuhkan itu.  Anda bisa membuat konten yang dilandasi atas “making” atau “taking”.  Video KFC Afrika Selatan adalah contoh bagaimana konten yang direncanakan (making)  berhasil mengalap berkah atas kejadian yang tak disangka-sangka dalam peristiwa jatuhnya Neymar di Piala Dunia 2018.