Childhood Memories Not Just Shaping Our Lives!

by : Sigit Triwahyu


Posted on January 31, 2017 12:00 PM
Bagikan melalui :


Kenangan manis biasanya akan memanggil memori tentang suatu brand. Keinginan untuk kembali menelusuri kenangan masa kecil menjadi salah satu pemicu munculnya aktivitas pencarian informasi di web maupun sosial media.

Blubuk... glubub... blub... blub..

Mulut kami mengeluarkan gelembung-gelembung air di dalam kolam renang. Tak lama kemudian kepala kami bergegas muncul di permukaan air dengan nafas megap-megap dan dengan hidung merah (karena kemasukan air). Namun saya, adik, saya dan saudara kami malah tertawa lepas.

“Ayo lagi. Ngomong dalam air kayak Deni Manusia Ikan,” ajak saya. Dalam hitungan detik kami pun menenggelamkan kepala kami lagi ke dalam air dan mengeluarkan gelembung-gelembung air. Dan bersuara seolah-olah seperti tokoh Deni di serial cerita bergambar Deni Manusia Ikan di majalah Bobo sekian puluh tahun lalu.

Apabila anak sekarang sangat akrab dengan sosok Barbarians, Archers, Goblins, atau Giants dari game aplikasi Clash of Clans, maka kami-orang tua mereka-dulu akrab dengan sosok Deni Manusia Ikan. Deni, adalah seorang remaja cowok yang terpisah dari orang tuanya sejak bayi dan diasuh oleh ikan (mirip Tarzan yang diasuh oleh kera).

Petualangan Deni mencari orang tuanya pasti sama mengasyikannya dengan strategi perang yang dimainkan oleh anak-anak kami di Clash of Clans. Setiap episode selalu kami nantikan kelanjutannya. Tak sabar rasanya menunggu seminggu lagi. Kami ikut geram saat ada yang menganiaya Deni. Kami ikut sedih saat ia tak berhasil bertemu ayah-ibunya, padahal sudah ada di depan mata. Kami ikut bersorak saat hewan-hewan laut bahu-membahu membantu Deni melawan penjahat. Salah satu favorit saya adalah saat Deni dibantu oleh ikan lumba-lumba.

Childhood memories’ shaping our lives! Ya, tak bisa dibantah, kenangan masa kecil sungguh jadi ukiran di hati dan pikiran yang tak akan bisa dilupakan. Kenangan pahit pasti akan jadi trauma yang mendalam. Sebaliknya, kenangan manis akan selalu bisa membuat orang tersenyum saat mengenangnya. Sweet memories will always stay! Masih ingat tren mengulang pose foto yang sama dengan orang-orang yang sama saat mereka kecil? Itu memori manis yang pasti ingin dibagi, minimal kepada mereka yang ada di foto tersebut.

Kenangan manis itu biasanya juga akan memanggil memori tentang suatu brand. Kalau saya, saat berenang salah satunya akan selalu teringat dengan Deni Manusia Ikan. Dan beberapa kali saya bercerita tentang “super hero” saya ini dulu ke anak-anak saya. Nyambung? Belum tentu. Akan tetapi pengulangan cerita itu pasti terjadi. Apalagi jika ada momentum yang lekat dengan sosok Deni Manusia Ikan, di kolam renang misalnya.

Brand-brand favorit hampir dipastikan akan diturunkan kepada generasi berikutnya di keluarga. Entah itu pasta gigi, sabun mandi, restoran, hingga ke merk kendaraan. Seberapa besar pengaruhnya? Sangat tergantung dari seberapa intensif dan kapan mulai “menularkan” brand itu kepada generasi berikutnya. Menurut Millward Brown, loyalty kepada brand mulai “gas pol”  di usia 10 tahun dan mencapai puncaknya di tengah 20-an tahun.

Hal ini kemudian banyak dimanfaatkan oleh brand untuk melakukan early branding pada future customer mereka di pasar keluarga. Medium digital untuk melakukan hal itu menjadi wajib saat ini dan menjadi lebih beragam cara.

Di dalam kasus saya yang Deni Manusia Ikan, jelas akan sangat efektif mendorong promosi serial bergambar ini di web supaya “tertangkap” oleh aktivitas organic search dan sosial media saya. Memori di kepala pun dipanggil lagi. Suasana seru ber-bubble ria di kolam renang melintas. Senyum tipis pun mengembang.

Tanpa saya sadari, saya akan “nyolek” anak saya “Kak, dulu ayah suka bubble, niruin ini di kolam renang,” sambil menunjuk serial Deni Manusia Ikan di tablet saya. Dari situ lalu mengalir cerita-cerita kenangan tentang sosok ini. Lalu mengajak anak-anak saya berenang dan melakukan bubble yang sama. Wefie di dalam air saat bubble dan men-share di social media. Men-tag orang-orang satu generasi yang kenal Deni Manusia Ikan (yang punya anak atau keponakan seumuran anak saya, usia SD) sambil memberikan tautan serial ini di web. Dan pada akhirnya akan berujung ke brand induknya, Bobo! Dan, brand favorit itu terwariskan sudah.

Blubuk... glubub... blub... blub..

Ahh... childhood memories’ not just shaping our lives!