Kiat Jitu Mengoptimalkan Konten Digital

by : Rakhmat Kusnadi


Posted on December 06, 2016 18:00 PM
Bagikan melalui :


Peralihan medium analog ke digital, memacu para pembuat konten untuk memiliki strategi jitu dalam mengoptimalkan konten yang dibuatnya. Konten tidak sekadar menarik untuk disimak, tetapi juga harus dilengkapi dengan berbagai pendekatan atas medium digital.

Saat pertama belajar menulis kreatif pada akhir dekade ‘90-an, saya harus benar-benar memahami struktur dan gaya bahasa untuk menguatkan tulisan tersebut. Jika tulisan yang saya buat dapat dimuat di sebuah majalah atau surat kabar cetak, senangnya minta ampun. Pada masa itu, media cetak menjadi salah satu medium bagi penulis lepas untuk mendistribusikan tulisannya agar dapat dibaca banyak orang.

Kini, ilmu tersebut sudah melekat. Tetapi, para penulis seperti saya harus memiliki senjata baru agar tulisannya dapat dibaca oleh lebih banyak orang. Ya, di era internet cepat seperti sekarang, tulisan (konten) yang baik belum tentu akan menjadi konten yang dibaca banyak orang.

Soal konten, saya jadi teringat pada essay yang ditulis pada 3 Januari 1996 oleh founder Microsoft, Bill Gates. Pada essay-nya itu, Bill Gates memberi judul “Content is King”. Dibuka dengan sebuah lead yang cukup menarik, Content is where I expect much of the real money will be made on the Internet. Saat itu, masih sedikit yang menggunakan konten sebagai bagian dari proses pemasaran.

Seiring waktu berjalan, apa yang dikatakan dalam tulisan Bill Gates menjadi kenyataan. Belakangan, konten benar-benar menjadi raja bagi bidang pemasaran. Hampir semua perusahaan modern tengah mengemas bentuk pemasarannya dengan konten yang lebih dinamis.

Untuk membuat tulisan atau konten yang Anda buat dapat disimak oleh banyak orang, perlu sebuah kiat jitu. Artikel ini diharapkan dapat menginspirasi Anda untuk menjadi konten kreator atau penulis yang dapat mengoptimalkan semua konten di berbagai kanal distribusi.

Berikut ini, saya sampaikan beberapa trik jitu untuk mengoptimalkan proses pemasaran produk atau jasa yang Anda kelola.

  • Membuat konten tulisan yang enak dibaca oleh manusia. Seperti halnya pada zaman kejayaan media cetak, membuat konten perlu diperhatikan detailnya. Ide cerita yang ingin disampaikan dikemas dengan tata bahasa, gaya bahasa, dan diksi yang sesuai dengan target audiens. Kreasikan tulisan dan foto yang menarik dan memiliki pengaruh bagi audiens Anda, dan akan lebih baik jika dapat memberikan manfaat bagi mereka.
  • Perlu dicatat, di era digital ini semua konten, baik tulisan ataupun visual (foto/video) harus dapat dilacak oleh mesin pencari (search engine). Karena itu, buatlah tulisan yang mudah dibaca oleh mesin pencari, teknik ini dikenal dengan sebutan Search Engine Optimization (SEO). Dengan mengoptimalkan SEO, maka tulisan atau konten yang Anda unggah akan mudah ditemukan saat audiens mencarinya di internet. Dalam hal ini, Anda perlu membuat kata kunci, frasa, atau tag yang identik dengan konten yang Anda buat.
  • Buatlah konten yang berkualitas, baik dari sisi tulisan, visual, maupun data-data yang disajikan. Jika konten baik, maka audiens dapat menjadikannya sebagai rujukan, dan akan membuat mereka memiliki kepercayaan terhadap Anda.
  • Cantumkan link yang relevan dari konten yang Anda buat. Dengan demikian, konten Anda yang satu dengan konten lainnya yang masih satu tema, akan terhubung. Hal itu akan membawa audiens Anda untuk dapat mencari informasi lebih banyak dari konten-konten yang Anda tawarkan.
  • Distribusikan konten Anda melalui media sosial sebagai kanal distribusi. Jika perusahaan memiliki akun media sosial, fan page, atau laman yang berkaitan dengn area publik, maka konten yang disalurkan memiliki lebih banyak kemungkinan untuk dibaca oleh lebih banyak audiens. ­­­
  • Selanjutnya, Anda dapat mengukur konten-konten yang disajikan pada medium digital. Tolok ukur yang dapat Anda gunakan di antaranya adalah Google Analytics, Facebook Insight, atau analytic tools lainya yang sudah banyak ditawarkan di internet.