Meningkatkan Audienship dengan Media Sosial

by : Junior Respati Eka Putro


Posted on April 09, 2018 09:00 AM
Bagikan melalui :


Jangan remehkan sosial media. Bila digunakan dengan benar, media sosial bisa membuat owned media Anda menjulang trafficnya.

Semua orang pasti ingin memiliki web dengan traffic tinggi. Segala cara pun ditempuh. Mulai dari memperbaiki SEO, meningkatkan kualitas konten, hingga mencarikan distribusi yang pas untuk menarik traffic.

Bicara kanal distribusi, media social bias menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan traffic. Sifatnya yang social menjadikan media social sebagai alat yang tepat untuk mengenalkan konten-konten andalan kita kepada calon audiens baru. Dengan catatan, kita tahu bagaimana cara memanfaatkannya.

Setelah melakukan berbagai tes untuk memaksimalkan traffic via media sosial, saya akan membagi tips kepada Anda semua. Ikuti saja poin-poin di bawah ini, dan rasakan bedanya!

 

Pastikan jumlah audiens di media sosial Anda mencukupi.

Saat ingin mendistribusikan konten, Anda harus yakinkan dulu bahwa audiens di kanal distribusi yang dipilih mencukupi. Soal berapa jumlah yang dianggap cukup, jawabannya bias sangat beragam. Tergantung seberapa besar kebutuhan kita.

Bila audiens di media social Anda dirasa kurang, tidak ada salahnya berinvestasi dulu untuk sedikit menggemukkan jumlahnya. Ini bias dilakukan dengan kombinasi organic dan berbayar. Yang perlu diingat, semakin banyak jumlah audiens, potensi sebaran konten Anda akan semakin besar. Begitu juga potensi konversinya ke traffic web Anda.

 

Kenali karakter audiens di media sosial Anda

Agar sukses menghadirkan konten yang sesuai dan berbuah konversi ke traffic, kita harus mengenali audiens media sosial kita. Cara mengenalinya tidaklah sulit. Sebagai admin halaman, Anda pasti memiliki akses untuk melihat Facebook Insight.

Di facebook insight, Anda bias mendapatkan banyak informasi mengenai audiens. Mulai dari data demografi, sampai kebiasaan mereka mengonsumsi konten di facebook. Ini bisa jadi bekal yang tepat untuk memilih konten untuk didistribusikan.

Media sosial adalah juga sebuah media, jangan terlalu banyak berpromosi untuk meningkatkan engagement.

Apa yang disuka audiens dari sebuah media? Konten yang relevan sudah pasti menjadi jawaban. Setelah mengetahui karakter audiens Anda, menemukan konten yang tepat tidaklah menjadi kesulitan. Permasalahan yang mungkin timbul, Anda banyak memberikan tautan di akun sosial media Anda. Tujuannya apalagi kalau bukan mengarahkan audiens media social menjadi audiens web.

Cara tersebut tidak salah. Hanya saja kurang efektif. Cobalah membuat konten yang khas di social media. Sehingga audiens Anda bisa menikmati sebuah konten yang utuh, tanpa harus langsung meng-klik tautan. Bahaslah sebuah masalah dengan rinci, dan goda audiens untuk tahu lebih banyak. Akhiri bahasan Anda dengan sebuah call to action. Dijamin, post Anda akan lebih efektif dalam mengonversi audiens ke web.

 

Lakukan A/B testing untuk mencari tahu strategi yang paling tepat

Dalam digital, tidak ada hokum absolut. Semuanya relatif. Terutama, untuk urusan konversi. Sering bereksperimen adalah cara yang bijak untuk mengetahui bagaimana respon audiens terhadap sebuah strategi.

Pun demikian yang terjadi dalam mengepos konten di media sosial. Untuk menentukan gaya bahasa dan pola yang tepat dalam mempengaruhi audiens, Anda perlu melakukan A/B testing. Caranya tidak sulit, cobalah membuat 2-3 pola untuk mengomunikasikan hal yang sama. Posting di saat yang sama namun hari berbeda. Perhatikan bagaimana responnya. Dari tes tersebut, kita akan bias mengetahui cara dan konten yang paling diterima oleh audiens dan bisa diterapkan selama beberapa waktu. Lakukan tes ini secara berkala, agar kita terus update dengan selera dan kebiasaan audiens.

 

Selalu bagikan konten yang super shareable

Istilah super shareable content mungkin sudah sangat akrab di telinga. Jenis konten yang dimaksud adalah konten yang menggugah audiens untuk men-share, bahkan sebelum membaca.

Untuk membuat konten jenis ini memang agak tricky. Anda harus sangat mengetahui, jenis konten apa yang paling bisa menggugah emosi audiens. Pilihkan judul yang sangat menarik, dan lengkapi dengan video maupun foto yang juga menarik. Semakin menarik pilihan judul, foto dan video Anda, semakin besar kemungkinan konten yang Anda tawarkan dire-share.

Sekarang, tunggu apalagi? Selalu bagikan konten yang kuat storytelling-nya, karena kami percaya story moves people!