Pentingnya Benchmarking Industri dalam Content Marketing

by : Sigit Wibisono


Posted on July 31, 2018 15:00 PM
Bagikan melalui :


Melakukan benchmarking itu penting. Tujuannya agar kita bisa mengukur, sudah di level mana upaya content marketing yang kita implementasikan.

Tulisan ini ada awal dari sebuah serial yang akan kami buat. Isinya terkait dengan teknik benchmarking industri dalam implementasi content marketing.

Apa itu benchmarking?

Benchmarking adalah sebuah proses membandingkan posisi atau kinerja kita dengan menggunakan suatu nilai standar tertentu. Setidaknya ada tiga jenis benchmarking:

  • benchmarking terhadap industri
  • benchmarking terhadap kompetitor di industri yang sama
  • benchmarking terhadap jenis usaha yang berbeda dengan core business Anda.

Nah, di tulisan ini kita akan membahas jenis benchmarking jenis pertama dulu. 

Benchmarking Terhadap Industri

Jenis benchmarking ini  -- kalau kita terapkan dalam konteks penerapan content marketing -- adalah sebuah proses di mana kita akan membanding antara: 



Mengapa kita perlu melakukan benchmarking? 

Mengetahui Perilaku Audiens

Dengan melakukan benchmarking, secara tidak langsung kita juga mengamati perkembangan perilaku audiens. Misal, dari data ternyata  tingkat rata-rata views jenis video tutorial terkait bidang otomotif lebih tinggi dibandingkan video jenis liputan acara. Data ini bisa menjadi insight awal kepada kita tentang apa yang paling disukai audiens berkenaan dengan jenis konten video yang diberikan.

 

Mengetahui Perkembangan Industri di Mana Bisnis Anda Berada

Mengetahui perkembangan tren di industri di mana bisnis kita berada adalah suatu keharusan.

Dengan melakukan benchmarking terhadap industri kita bisa tahu seberapa jauh pencapaian implementasi program konten yang kita jalankan. Adakah lebih baik, setara, atau tertinggal dibandingkan dengan implementasi content marketing di industri.

Misalkan saja Anda menjadi marketer di industri ritel. Data industri menunjukan rata-rata visitor ke brand website adalah 1.000.000 visitor per bulan. Kemudian coba bandingkan dengan brand website Anda. Apakah jauh dari itu? Jika iya, berarti Anda perlu menata ulang strategi content marketing Anda.

Jika Anda tidak mengetahui “angka industri” boleh jadi Anda sudah merasa puas ketika memperoleh visitor per bulan sebesar 200.000.  Padahal angka itu jauh dari angka rata-rata di di industri tersebut.

 

Sebagai Acuan Menyusun Strategi

Memahami perilaku audiens dan mengetahui perkembangan industri bisa dijadikan modal berharga untuk menyusun strategi content marketing.  Setidaknya, agar konten yang dibuat akan selalu sesuai dengan kebutuhan audiens.  Jika konten Anda menarik dan memenuhi kebutuhan audiens, maka Anda bisa menambah jumlah viewes lebih banyak dibandingkan kompetitor. Atau bukan mustahil brand Anda menjadi trend setter dalam content marketing.

Pertanyaan yang biasanya muncul kemudian: bagaimana cara melakukan benchmarking dan bagaimana kita bisa memperoleh datanya? Sabar, kami akan memaparkan dalan tulisan berikutnya.